Tawa Bisa Bikin Jatuh Cinta

Posted on November 3rd, 2008 in Uncategorized by aneuk-ligan  Tagged

Cara Anda tertawa, bisa membuat orang lain suka dan timbul rasa cinta. Oleh sebab itu, pandai-pandailah mengatur tawa.

Begitu kata dan saran pakar relationship. Katanya, bila Anda sedang berusaha menarik perhatian lawan jenis, cobalah tertawa. Sebab, tertawa ternyata memainkan peranan penting dalam suatu hubungan.

Jo-Anne Bachorowski, asisten profesor psikologi, Maria Smoski, dan Michael J. Owren, profesor dari Universitas Cornell, menemukan bahwa manusia memiliki suara tawa yang bervariasi.

Tak hanya itu, studi yang dilakukan terhadap 120 mahasiswa Universitas Vanderbilt, diketahui, ternyata suara tawa bisa menarik perhatian orang. Bila kita bisa mengolahnya, tawa dapat menimbulkan rasa cinta.

“Tentunya, suara tawa tergantung pada jenis kelamin. Tapi daya tariknya sangat ditentukan situasi dan kondisi orang itu dan lingkungan sekitar –termasuk siapa yang diajak tertawa,” jelas Bachorowski.

“Kami melihat, tertawa sangat efektif –seperti halnya tatapan mata. Dan nyatanya, tanpa disadari, banyak orang yang menggunakan trik tertawa untuk menunjukkan kondisi emosional dan cara merespons sesuatu,” imbuhnya.

Bikin orang jadi naksir

Sebenarnya, tawa lebih dari sekedar bumbu pembicaraan. Kita bisa memanfaatkan tawa untuk mengontrol keadaan emosi seseorang –dan diri sendiri, tentunya. Dan nyatanya, banyak orang tertarik pada si murah senyum.

“Bila orang sudah tertarik akan kemurahan senyum Anda, maka Anda bisa membuatnya lebih tertarik –atau dibikin biasa-biasa saja, dengan mengatur nada dan intonasi tawa.”

Konon, bila Anda wanita, maka cara terbaik untuk mengoyak pertahanan pria adalah dengan tertawa pada nada agak tinggi disertai gerakan tangan di sekitar dada.

Sebaliknya untuk pria. Konon, wanita lebih tertarik pada pria yang pandai menekan suara tawanya hingga terdengar lebih rendah. Dengan terdengar lebih ‘beradab’, pria bisa meredam pikiran negatif wanita terhadapnya.

Sampaikan Sesuatu yang Manis Melalui Telinga Kiri!

Posted on November 3rd, 2008 in Uncategorized by aneuk-ligan

Jika Anda ingin mengungkapkan bahwa Anda mencintai seseorang, Anda sebaiknya menyampaikannya melalui telinga mereka sebelah kiri, ungkap sebuah penelitian baru.

Seseorang akan nampak lebih mengingat kata-kata emosional seperti “cinta”, jika mereka mendengarnya melalui telinga kiri, suatu penelitian oleh para ahli ilmu jiwa di Sam Houston State University, Texas.

Hal ini berarti bahwa jika sesuatu yang baik didengar melalui telinga kanan, mereka cenderung lebih mudah melupakan.

Para peneliti mengatakan bahwa penemuannya dapat dijelaskan oleh fakta bahwa telinga kiri dikontrol oleh otak sebelah kanan, yang bertangung jawab untuk proses hal-hal emosional.

“Penemuan ini konsisten dengan peranan otak sebelah kanan dalam memproses rangsangan emosional,” ungkap Dr. Teow-Chong dalam pernyataannya di Kongres Psikologi Eropa, yang digelar minggu ini.

Penelitian Sim melibatkan 26 orang yang mendengarkan kata-kata berbeda melalui ke dua telinga dalam waktu yang sama. Kata-kata disusun dari kata-kata emosional seperti “depresi” sampai kata-kata non emosional seperti “menggabung”.

Setelah latihan, para partisipan ditanya sejumlah kata-kata yang mereka telah dengar.

Para peneliti menemukan bahwa partisipan memiliki ingatan yang lebih kuat terhadap kata-kata emosional yang mereka telah dengar melalui telinga sebelah kiri. Pengulangan yang sama melalui telinga sebelah kanan tidak sekuat yang disampaikan melalui telinga sebelah kanan.

Pilkada Aceh ‘bersejarah’

Posted on October 28th, 2008 in Books by aneuk-ligan

Sekretaris Jenderal mengatakan, dia berbesar hati atas pemilihan langsung pertama yang digelar di Aceh pasca kesepakatan damai.

Kofi Annan mendesak semua pihak agar menghormati hasil dan melanjutkan kesepakatan yang mengakhiri konflik antara pemerintah dan kelompok separatis.

Hasil-hasil tidak resmi menunjukkan bahwa mantan tokoh GAM Irwandi Yusuf memimpin perolehan suara dalam pemilihan gubernur.

Irwandi Yusuf pernah menjadi jurubicara Gerakan Aceh Merdeka, GAM.

Dalam pernyataan yang diterbitkan oleh kantor Sekjen PBB, Annan mengatakan, dia berbesar hati dengan “perilaku yang tertib” selama “pemberian suara bersejarah ini”.

“Sekretaris jenderal menyeru semua pihak agar menghargai hasil-hasil pemilihan ini guna membantu mengkonsolidasikan proses perdamaian, yang bertujuan untuk membangun Aceh yang aman dan sejahtera dalam Indonesia yang bersatu dan demokratis,” kata pernyataan kantor sekjen PBB.

Irawandi Yusuf meraih 39 persen suara, kata Lembaga Survei Indonesia hari Senin setelah penghitungan cepat.

Ketentuan Pilkada menggariskan, jika tidak ada calon yang meraih lebih dari 25 persen suara di putaran pertama, putaran kedua akan digelar.

Hasil resmi penghitungan baru diumumkan tanggal 2 Januari, meski penghitungan cepat atau quick count berhasil meramalkan secara tepat hasil pemilihan umum tahun 2004.

Dalam pilkada Aceh, Irwandi Yusuf berpasangan dengan Muhammad Nazar sebagai calon gubernur dan wakil gubernur bersaing dengan 7 pasangan lain.

KHASIAT AYAT KURSI

Posted on October 28th, 2008 in Books by aneuk-ligan  Tagged

KHASIAT AYAT KURSI
Dari Anas bin Malik r.a. berkata, “Rasulullah S.A.W bersabda : Apabila
seseorang dari umatku membaca ayat Kursi 12 kali, kemudian dia berwuduk dan
mengerjakan solat subuh, nescaya Allah akan menjaganya dari kejahatan syaitan
dan derajatnya sama dengan orang yang membaca seluruh al-Qur’an sebanyak
tiga kali, dan pada hari kiamat ia akan diberi mahkota dari cahaya yang
menyinari semua penghuni dunia.”
Berkata Anas bin Malik, “Ya Rasulullah, apakah hendak dibaca setiap hari?”
Sabda Rasulullah S.A.W, ” Tidak, cukuplah membacanya pada setiap hari
Jum’at.”Umat-umat dahulu hanya sedikit yang mempercayai rasul-rasul mereka
dan itu pun apabila mereka melihat mukjizat secara langsung. Kita sebagai umat
Islam tidak boleh ragu-ragu tentang apa yang diterangkan oleh Allah dan Rasul.
Janganlah kita ragu-ragu tentang al-Qur’an, hadis dan sunnah Rasul kita.
Janganlah kita menjadi seperti umat yang terdahulu yang mana mereka itu lebih
suka banyak bertanya dan hendak melihat bukti-bukti terlebih dahulu sebelum
mereka beriman.
Setiap satu yang dianjurkan oleh Rasulullah S.A.W kepada kita adalah
untuk kebaikan kita sendiri. Rasulullah S.A.W menyuruh kita mengamalkan
membaca surah Kursi. Kehebatan ayat ini telah diterangkan dalam banyak hadis.
Kehebatan ayat Kursi ini adalah untuk kita juga, yakni untuk menangkis
gangguan syaitan dan konco-konconya di samping itu kita diberi pahala.
Begitu juga dengan surah al-Falaq, surah Yasin dan banyak lagi ayat-ayat
al-Qur’an yang mempunyai keistimewaannya. Setiap isi al-Qur’an itu mempunyai
kelebihan yang tersendiri. Oleh itu kita umat Islam, jangan ada sedikit pun
keraguan tentang ayat-ayat al-Qur’an, hadis Nabi dan sunnah Baginda S.A.W.
Keraguan dan was-was itu datangnya dari syaitan.
Balasan Meninggalkan Shalat
Diriwayatkan bahawa pada suatu hari Rasulullah S.A.W sedang duduk
bersama para sahabat, kemudian datang pemuda Arab masuk ke dalam mesjid
dengan menangis.
Apabila Rasulullah S..A.W melihat pemuda itu menangis maka baginda
pun berkata, “Wahai orang muda kenapa kamu menangis?”
Maka berkata orang muda itu, “Ya Rasulullah S.A.W, ayah saya telah
meninggal dunia dan tidak ada kain kafan dan tidak ada orang yang hendak
memandikannya.”
Lalu Rasulullah S.A.W memerintahkan Abu Bakar r.a. dan Umar r.a. ikut
orang muda itu untuk melihat masalahnya. Setelah mengikut orang itu, maka
Abu Bakar r.a dan Umar r.s. mendapati ayah orang mudah itu telah bertukar
rupa menjadi babi hitam, maka mereka pun kembali dan memberitahu kepada
Rasulullah S.A.W, “Ya Rasulullah S.A.W, kami lihat mayat ayah orang ini bertukar
menjadi babi hutan yang hitam.”
Kemudian Rasulullah S.A.W dan para sahabat pun pergi ke rumah orang
muda dan baginda pun berdoa kepada Allah S.W.T, kemudian mayat itu pun
bertukar kepada bentuk manusia semula. Lalu Rasulullah S.A.W dan para
sahabat menyembahyangkan mayat tersebut.
Apabila mayat itu hendak dikebumikan, maka sekali lagi mayat itu
berubah menjadi seperti babi hutan yang hitam, maka Rasulullah S.A.W pun
bertanya kepada pemuda itu, “Wahai orang muda, apakah yang telah dilakukan
oleh ayahmu sewaktu dia di dunia dulu?”
Berkata orang muda itu, “Sebenarnya ayahku ini tidak mahu mengerjakan
solat.” Kemudian Rasulullah S.A.W bersabda, “Wahai para sahabatku, lihatlah
keadaan orang yang meninggalkan sembahyang. Di hari kiamat nanti akan
dibangkitkan oleh Allah S.W.T seperti babi hutan yang hitam.”
Di zaman Abu Bakar r.a ada seorang lelaki yang meninggal dunia dan
sewaktu mereka menyembahyanginya tiba-tiba kain kafan itu bergerak. Apabila
mereka membuka kain kafan itu mereka melihat ada seekor ular sedang
membelit leher mayat tersebut serta memakan daging dan menghisap darah
mayat. Lalu mereka mencoba membunuh ular itu.
Apabila mereka mencoba untuk membunuh ular itu, maka berkata ular
tersebut, “Laa ilaaha illallahu Muhammadu Rasulullah, mengapakah kamu semua
hendak membunuh aku? Aku tidak berdosa dan aku tidak bersalah. Allah S.W.T
yang memerintahkan kepadaku supaya menyiksanya sehingga sampai hari
kiamat.”
Lalu para sahabat bertanya, “Apakah kesalahan yang telah dilakukan oleh mayat
ini?”
Berkata ular, “Dia telah melakukan tiga kesalahan, di antaranya :”
Apabila dia mendengar azan, dia tidak mau datang untuk sembahyang
berjamaah.
Dia tidak mau keluarkan zakat hartanya.
Dia tidak mau mendengar nasehat para ulama.
Maka inilah balasannya!
Ayat Kursi Menjelang Tidur
Abu Hurairah r.a. pernah ditugaskan oleh Rasulullah S.A.W untuk menjaga
gudang zakat di bulan Ramadhan. Tiba-tiba muncullah seseorang, lalu mencuri
segenggam makanan. Namun kepintaran Hurairah memang patut dipuji,
kemudian pencuri itu kemudian berhasil ditangkapnya.
“Akan aku adukan kamu kepada Rasulullah S.A.W,” gertak Abu Hurairah.
Bukan main takutnya pencuri itu mendengar ancaman Abu Hurairah, hingga
kemudian ia pun merengek-rengek : “Saya ini orang miskin, keluarga
tanggungan saya banyak, sementara saya sangat memerlukan makanan.”
Maka pencuri itu pun dilepaskan. Bukankah zakat itu pada akhirnya akan
diberikan kepada fakir miskin ? Hanya saja, cara memang keliru. Mestinya
jangan keliru.
Keesokan harinya, Abu Hurairah melaporkan kepada Rasulullah S.A.W.
Maka bertanyalah beliau : “Apa yang dilakukan kepada tawananmu semalam, ya
Abu Hurairah?”
Ia mengeluh, “Ya Rasulullah, bahawa ia orang miskin, keluarganya banyak
dan sangat memerlukan makanan,” jawab Abu Hurairah. Lalu diterangkan pula
olehnya, bahwa ia kasihan kepada pencuri itu,, lalu dilepaskannya.
“Bohong dia,” kata Nabi : “Pada hala nanti malam ia akan datang lagi.”
Karena Rasulullah S.A.W berkata begitu, maka penjagaannya diperketat, dan
kewaspadaan pun ditingkatkan. Dan, benar juga, pencuri itu kembali lagi, lalu
mengambil makanan seperti kemarin. Dan kali ini ia pun tertangkap.
“Akan aku adukan kamu kepada Rasulullah S.A.W,” ancam Abu Hurairah,
sama seperti kemarin. Dan pencuri itu pun sekali lagi meminta ampun : “Saya
orang miskin, keluarga saya banyak. Saya berjanji esok tidak akan kembali lagi.”
Kasihan juga rupanya Abu Hurairah mendengar keluhan orang itu, dan
kali ini pun ia kembali dilepaskan. Pada paginya, kejadian itu dilaporkan kepada
Rasulullah S.A.W, dan beliau pun bertanya seperti kemarin. Dan setelah
mendapat jawaban yang sama, sekali lagi Rasulullah menegaskan : “Pencuri itu
bohong, dan nanti malam ia akan kembali lagi.”
Malam itu Abu Hurairah berjaga-jaga dengan kewaspadaan dan
kepintaran penuh. Mata, telinga dan perasaannya dipasang baik-baik.
Diperhatikannya dengan teliti setiap gerak-geri disekelilingnya sudah dua kali ia
dibohongi oleh pencuri. Jika pencuri itu benar-benar datang seperti diperkatakan
oleh Rasulullah dan ia berhasil menangkapnya, ia telah bertekad tidak akan
melepaskannya sekali lagi. Hatinya sudah tidak sabar lagi menunggu-nunggu
datangnya pencuri jahanam itu. Ia kesal. Kenapa pencuri kemarin itu dilepaskan
begitu saja sebelum diseret ke hadapan Rasulullah S.A.W ? Kenapa mau saja ia
ditipu olehnya ? “Awas!” katanya dalam hati. “Kali ini tidak akan kuberikan
ampun.”
Malam semakin larut, jalanan sudah sepi, ketika tiba-tiba muncul sesosok
bayangan yang datang menghampiri longgokan makanan yang dia jaga. “Nah,
benar juga, ia datang lagi,” katanya dalam hati. Dan tidak lama kemudian
pencuri itu telah bertekuk lutut di hadapannya dengan wajah ketakutan.
Diperhatikannya benar-benar wajah pencuri itu. Ada semacam kepura-puraan
pada gerak-gerinya.
“Kali ini kau pastinya kuadukan kepada Rasulullah. Sudah dua kali kau
berjanji tidak akan datang lagi ke mari, tapi ternyata kau kembali juga. Lepaskan
saya,” pencuri itu memohon. Tapi, dari tangan Abu Hurairah yang
menggenggam erat-erat dapat difahami, bahwa kali ini ia tidak akan dilepaskan
lagi. Maka dengan rasa putus asa akhirnya pencuri itu berkata : “Lepaskan saya,
akan saya ajari tuan beberapa kalimat yang sangat berguna.”
“Kalimat-kalimat apakah itu?” Tanya Abu Hurairah dengan rasa ingin tahu.
“Bila tuan hendak tidur, bacalah ayat Kursi : Allaahu laa Ilaaha illaa Huwal-
Hayyul Qayyuuumu….. Dan seterusnya sampai akhir ayat. Maka tuan akan selalu
dipelihara oleh Allah, dan tidak akan ada syaitan yang berani mendekati tuan
sampai pagi.”
Maka pencuri itu pun dilepaskan oleh Abu Hurairah. Agaknya naluri keilmuannya
lebih menguasai jiwanya sebagai penjaga gudang.
Dan keesokan harinya, ia kembali menghadap Rasulullah S.A.W untuk
melaporkan pengalamannya yang luar biasa tadi malam. Ada seorang pencuri
yang mengajarinya kegunaan ayat Kursi.
“Apa yang dilakukan oleh tawananmu semalam?” tanya Rasul sebelum
Abu Hurairah sempat menceritakan segalanya.
“Ia mengajariku beberapa kalimat yang katanya sangat berguna, lalu ia saya
lepaskan,” jawab Abu Hurairah.
“Kalimat apakah itu?” tanya Nabi.
Katanya : “Kalau kamu tidur, bacalah ayat Kursi : Allaahu laa Ilaaha illaa
Huwal-Hayyul Qayyuuumu….. Dan seterusnya sampai akhir ayat. Dan ia katakan
pula : “Jika engkau membaca itu, maka engkau akan selalu dijaga oleh Allah,
dan tidak akan didekati syaitan hingga pagi hari.”
Menanggapi cerita Abu Hurairah, Nabi S.A.W berkata, “Pencuri itu telah
berkata benar, sekalipun sebenarnya ia tetap pendusta.” Kemudian Nabi S.A.W
bertanya pula : “Tahukah kamu, siapa sebenarnya pencuri yang bertemu
denganmu tiap malam itu?”
“Entahlah.” Jawab Abu Hurairah.
“Itulah syaitan.”
10 orang solatnya tidak diterima oleh Allah S.W.T, antaranya :
Orang lelaki yang shalat sendirian tanpa membaca sesuatu.
Orang lelaki yang mengerjakan shalat tetapi tidak mengeluarkan zakat.
Orang lelaki yang menjadi imam, padahal orang yang menjadi makmum
membencinya.
Orang lelaki yang melarikan diri.
Orang lelaki yang minum arak tanpa mau meninggalkannya (Taubat).
Orang perempuan yang suaminya marah kepadanya.
Orang perempuan yang mengerjakan shalat tanpa memakai tudung.
Imam atau pemimpin yang sombong dan zalim menganiaya.
Orang-orang yang suka makan riba’.
Orang yang shalatnya tidak dapat menahannya dari melakukan perbuatan
yang keji dan mungkar.”
Azab tinggalkan shalat
Dalam sebuah hadis menerangkan bahawa Rasulullah S.A.W telah
bersabda : “Barangsiapa yang mengabaikan shalat secara berjemaah maka Allah
S.W.T akan mengenakan 12 tindakan yang berbahaya ke atasnya. Tiga darinya
akan diberikan semasa di dunia antaranya :
Allah S.W.T akan menghilangkan berkat dari usahanya dan begitu juga
terhadap rezekinya.
Allah S.W.T mencabut nur orang-orang mukmin daripadanya.
Dia akan dibenci oleh orang-orang yang beriman.
Tiga macam bahaya adalah ketika dia hendak mati, antaranya :
Ruh dicabut ketika dia di dalam keadaan yang sangat haus walaupun ia telah
meminum seluruh air laut.
Dia akan merasa yang amat pedih ketika ruh dicabut keluar.
Dia akan dirisaukan akan hilang imannya.
Tiga macam bahaya yang akan dihadapinya ketika berada di dalam
kubur, antaranya :
Dia akan merasa susah terhadap pertanyaan malaikat mungkar dan nangkir
yang sangat mengerikan.
Kuburnya akan menjadi cukup gelap.
Kuburnya akan menghimpit sehingga semua tulang rusuknya berkumpul
(seperti jari bertemu jari).
Tiga lagi azab nanti di hari kiamat, antaranya :
Hisab ke atasanya menjadi sangat berat.
Allah S.W.T sangat murka kepadanya.
Allah S.W.T akan menyiksanya dengan api neraka.
Khasiat shalawat Kepada Nabi SAW
Rasulullah S.A.W telah bersabda bahwa, “Malaikat Jibril, Mikail, Israfil dan
Izrail A.S. telah berkata kepadaku.
Berkata Jibril A.S. : “Wahai Rasulullah, barang siapa yang membaca selawat
ke atasmu tiap-tiap hari sebanyak sepuluh kali, maka akan saya bimbing
tangannya dan akan saya bawa dia melintasi titian seperti kilat menyambar.”
Berkata pula Mikail A.S. : “Mereka yang berselawat ke atas kamu akan aku
beri mereka itu minum dari telagamu.”
Berkata pula Israfil A.S. : “Mereka yang bersalawat kepadamu akan aku sujud
kepada Allah S.W.T dan aku tidak akan mengangkat kepalaku sehingga Allah
S.W.T mengampuni orang itu.”
Malaikat Izrail A.S pula berkata : “Bagi mereka yang berselawat ke atasmu,
akan aku cabut ruh mereka itu dengan selembut-lembutnya seperti aku
mencabut ruh para nabi-nabi.”
Apakah kita tidak cinta kepada Rasulullah S.A.W.? Para malaikat
memberikan jaminan masing-masing untuk orang-orang yang berselawat ke atas
Rasulullah S.A.W.
Dengan kisah yang dikemukakan ini, kami harap para pembaca tidak akan
melepaskan peluang untuk berselawat ke atas junjungan kita Nabi Muhammad
S.A.W. Mudah-mudahan kita menjadi orang-orang kesayangan Allah, Rasul dan
para malaikat.
Kelebihan Puasa 10 Muharam
Dari Ibnu Abbas r.a berkata Rasulullah S.A.W bersabda : ” Sesiapa yang
berpuasa pada hari Asyura (10 Muharram) maka Allah S.W.T akan memberi
kepadanya pahala 10,000 malaikat dan sesiapa yang berpuasa pada hari Asyura
(10 Muharram) maka akan diberi pahala 10,000 orang berhaji dan berumrah,
dan 10,000 pahala orang mati syahid, dan barang siapa yang mengusap kepala
anak-anak yatim pada hari tersebut maka Allah S.W.T akan menaikkan dengan
setiap rambut satu derajat. Dan sesiapa yang memberi makan kepada orang
yang berbuka puasa pada orang mukmin pada hari Asyura, maka seolah-olah dia
memberi makan pada seluruh ummat Rasulullah S.A.W yang berbuka puasa dan
mengenyangkan perut mereka.”
Lalu para sahabat bertanya Rasulullah S.A.W : ” Ya Rasulullah S.A.W,
adakah Allah telah melebihkan hari Asyura daripada hari-hari lain?”. Maka
berkata Rasulullah S.A.W : ” Ya, memang benar, Allah Taala menjadikan langit
dan bumi pada hari Asyura, menjadikan laut pada hari Asyura, menjadikan bukitbukit
pada hari Asyura, menjadikan Nabi Adam dan juga Hawa pada hari Asyura,
lahirnya Nabi Ibrahim juga pada hari Asyura, dan Allah S.W.T menyelamatkan
Nabi Ibrahim dari api juga pada hari Asyura, Allah S.W.T menenggelamkan
Fir’aun pada hari Asyura, menyembuhkan penyakit Nabi Ayyub a.s pada hari
Asyura, Allah S.W.T menerima taubat Nabi Adam pada hari Asyura, Allah S.W.T
mengampunkan dosa Nabi Daud pada hari Asyura, Allah S.W.T mengembalikan
kerajaan Nabi Sulaiman juga pada hari Asyura, dan akan terjadi hari kiamat itu
juga pada hari Asyura “.
Tujuh Macam Pahala Yang akan Mendapat Berkah setelah Mati
Dari Anas r.a. berkata bahwa ada tujuh macam pahala yang dapat
diterima seseorang itu selepas matinya.
Sesiapa yang mendirikan masjid maka ia tetap pahalanya selagi mesjid itu
digunakan oleh orang untuk beramal ibadah di dalamnya.
Sesiapa yang mengalirkan air sungai selagi ada orang yang minum
daripadanya.
Sesiapa yang menulis mushaf ia akan mendapat pahala selagi ada orang yang
membacanya.
Orang yang menggali perigi selagi ada orang yang menggunakannya.
Sesiapa yang menanam tanam-tanaman selagi ada yang memakannya baik
dari manusia atau burung.
Mereka yang mengajarkan ilmu yang berguna selama ia diamalkan oleh orang
yang mempelajarinya.
Orang yang meninggalkan anak yang soleh yang mana ia selalu mendoakan
kedua orang tuanya dan beristighfar baginya
yakni anak yang selalu diajari ilmu Al-Qur’an maka orang yang mengajarnya
akan mendapat pahala selagi anak itu mengamalkan ajaran-ajarannya tanpa
mengurangi pahala anak itu sendiri.
Abu Hurairah r.a. berkata, Rasulullah S.A.W. telah bersabda : “Apabila telah
mati anak Adam itu, maka terhentilah amalnya melainkan tiga macam :
Sedekah yang berjalan terus (Sedekah Amal Jariah)
Ilmu yang berguna dan diamalkan.
Anak yang soleh yang mendoakan baik baginya.
Telah diceritakan bahawa Allah S.W.T telah menyuruh iblis datang kepada
Nabi Muhammad s.a.w agar menjawab segala pertanyaan yang baginda
tanyakan padanya. Pada suatu hari Iblis pun datang kepada baginda dengan
menyerupai orang tua yang baik lagi bersih, sedang ditangannya memegang
tongkat.
Bertanya Rasulullah s.a.w, “Siapakah kamu ini ?”
Orang tua itu menjawab, “Aku adalah iblis.”
“Apa maksud kamu datang berjumpa aku ?”
Orang tua itu menjawab, “Allah menyuruhku datang kepadamu agar kau
bertanyakan kepadaku.”
Baginda Rasulullah s.a.w lalu bertanya, “Hai iblis, berapa banyakkah
musuhmu dari kalangan umat-umatku ?”
Iblis menjawab, “Lima belas.”
Engkau sendiri hai Muhammad.
Imam dan pemimpin yang adil.
Orang kaya yang merendah diri.
Pedagang yang jujur dan amanah.
Orang alim yang mengerjakan solat dengan khusyuk.
Orang Mukmin yang memberi nasihat.
Orang yang Mukmin yang berkasih-sayang.
Orang yang tetap dan cepat bertaubat.
Orang yang menjauhkan diri dari segala yang haram.
Orang Mukmin yang selalu dalam keadaan suci.
Orang Mukmin yang banyak bersedekah dan berderma.
Orang Mukmin yang baik budi dan akhlaknya.
Orang Mukmin yang bermanfaat kepada orang.
Orang yang hafal al-Qur’an serta selalu membacanya.
Orang yang berdiri melakukan solat di waktu malam sedang orang-orang lain
semuanya tidur.
Kemudian Rasulullah s.a.w bertanya lagi, “Berapa banyakkah temanmu di
kalangan umatku ?”
Jawab iblis, “Sepuluh golongan :-
Hakim yang tidak adil.
Orang kaya yang sombong.
Pedagang yang khianat.
Orang pemabuk/peminum arak.
Orang yang memutuskan tali persaudaraan.
Pemilik harta riba’.
Pemakan harta anak yatim.
Orang yang selalu lengah dalam mengerjakan solat/sering meninggalkan
solat.
Orang yang enggan memberikan zakat/kedekut.
Orang yang selalu berangan-angan dan khayal dengan tidak ada faedah.
Mereka semua itu adalah sahabat-sahabatku yang setia.”
Itulah di antara perbualan Nabi dan iblis. Sudah sepatutnya kita maklum
bahwa sesungguhnya Iblis itu adalah musuh Allah dan manusia. Dari itu
hendaklah kita selalu berhati-hati jangan sampai kita menjadi kawan iblis, karena
barang siapa yang menjadi kawan iblis artinya menjadi musuh Allah. Demikianlah
sebaliknya, barang siapa yang menjadi musuh iblis bererti menjadi kawan
kekasih Allah.
Salam

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana

Posted on February 2nd, 2007 in Uncategorized by aneuk-ligan

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
cinta yang apa adanya
tak berpura-pura

Aku ingin mencintaimu dengan terbuka
tak menaruh curiga
selalu percaya

Aku ingin mencintaimu dengan dewasa
juga menjalin canda

tapi aku juga ingin
engkau mencintaiku walau dalam mimpi saja

Pacaran Boleh Ngga Ya?

Posted on May 26th, 2006 in Uncategorized by aneuk-ligan

Pacaran Boleh Ngga Ya?

Assalamu `alaikum Wr. Wb.

Al-Hamdulillahi Rabbil `Alamin, Washshalatu Wassalamu `Alaa Sayyidil Mursalin, Wa `Alaa `Aalihi Waashabihi Ajma`in, Wa Ba`d

Selama ini kita menganggap bahwa pacaran itu adalah metode untuk melakukan pendekatan untuk mengenal lebih dekat. Namun kenyataannya tujuan itu janrang yang tercapai. Karena umumnya alih-alih melakukan pendekatan, yang terjadi justru melakukan sekian banyak bentuk kemaksiatan.

Buktinya, berapa banyak pasangan muda yang sebelum menikah sempat pacaran bertahun-tahun, bahkan ada yang sampai 5 - 10 tahun, sayangnya begitu mereka menikah langsung cerai dan hancur berantakan rumah tangganya. Belum lagi meningkatnya kasus hamil di luar nikah oleh pasangan sendiri dan juga perilaku seks bebas di kalangan mahasiswa dan pelajar.

Istilah pacaran itu sendiri sudah merupakan kelaziman di tengah masyarakat dimana pasangan tidak sah melakukan serangkaian aktifitas bersama. Dan realitas
di tengah masyarakat sudah mengenal persis aktifitas pacaran itu yang identik dengan apel malam minggu (namanya apel sudah pasti berduaan, karena kalau
rame-rame namanya rombongan), juga nonton ke bioskop berdua, berboncengan sepeda motor, jalan-jalan berduaan, makan di restoran berduaan, tukar menukar
SMS, saling bertelepon siang dan malam dan semua aktifitas lain yang mengasyikkan. Intinya adalah kebersamaan dan berduaan. Hampir sulit dikatakan
pacaran bila semua itu dilakukan bersama-sama dalam kelompok besar.

Bahkan hakikat pacaran adalah pada keberduaannya itu. Inilah pacaran yang dikenal masyarakat dan bukan yang tertulis dalam kamus. Jadi dengan pengertian yang lazim dikenal masyarakat sekarang ini tentang pacaran, maka tidak bisa lain semua itu adalah khalwat yang diharamkan.

Islam sudah memperingatkan laki-laki dan wanita yang bukan mahram untuk tidak menyepi berduaan karena yang ketiganya adalah setan.

Rasulullah SAW bersabda,

"Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka jangan sekali-kali dia bersendirian dengan seorang perempuan yang tidak bersama mahramnya, karena yang
ketiganya ialah syaitan." (Riwayat Ahmad)

"Jangan sekali-kali salah seorang di antara kamu menyendiri dengan seorang perempuan, kecuali bersama mahramnya."

Imam Qurthubi dalam menafsirkan firman Allah yang berkenaan dengan isteri-isteri Nabi, yaitu yang tersebut dalam surah al-Ahzab ayat 53, yang artinya:

"Apabila kamu minta sesuatu (makanan) kepada mereka (isteri-isteri Nabi), maka mintalah dari balik tabir. Karena yang demikian itu lebih dapat membersihkan
hati-hati kamu dan hati-hati mereka itu," mengatakan: maksudnya perasaan-perasaan yang timbul dari orang laki-laki terhadap orang perempuan, dan
perasaan-perasaan perempuan terhadap laki-laki. Yakni cara seperti itu lebih ampuh untuk meniadakan perasaan-perasaan bimbang dan lebih dapat menjauhkan
dari tuduhan yang bukan-bukan dan lebih positif untuk melindungi keluarga.

Ini berarti, bahwa manusia tidak boleh percaya pada diri sendiri dalam hubungannya dengan masalah bersendirian dengan seorang perempuan yang tidak halal baginya. Oleh karena itu menjauhi hal tersebut akan lebih baik dan lebih dapat melindungi serta lebih sempurna penjagaannya.

Istilah pacaran sebenarnya tidak ada batasan bakunya, namun umumnya yang namanya pacaran itu -apalagi di zaman permisif dan hedonis sekarang ini- tidak lain
adalah hubungan lain jenis non mahram dengan segala aktifitas maksiatnya dari khalwat, zina mata, zina telinga dan sampai zina kemaluan.

Bahkan beberapa penelitian di berbagai tempat seperti di Yogyakarta beberapa waktu lalu menyebutkan bahwa sebagian besar pasangan pacaran itu memang telah
melakukan hubungan tidak senonoh mulai dari bercumbu, berpelukan, berciuman sampai persetubuhan. Parahnya, semua itu umumnya dilakukan oleh para mahasiswa yang nota bene terpelajar dan calon pemimpin bangsa.

Jadi hampir bisa dikatakan bahwa pacaran itu tidak lain adalah zina atau minimal mendekati wilayah zina yang memang haram dan dilarang oleh semua agama.

Lalu bagaimana seorang laki-laki bisa mengenal calon pasangan hidupnya kalau bukan dengan cara pacaran ?

Islam sesungguhnya sejak awal sudah memperkenalkan istilah ta’aruf sebagai sarana yang objektif dalam melakukan pengenalan dan pendekatan. Ta’aruf sangat
berbeda dengan pacaran. Ta`aruf adalah sesuatu yang syar`i dan memang diperintahkan oleh Rasulullah SAW bagi pasangan yang ingin nikah. Perbedaan hakiki antara pacaran dengan ta’aruf adalah dari segi tujuan dan manfaat.

Tujuan pacaran lebih kepada kenikmatan sesaat, zina dan maksiat. Sedang ta’aruf jelas sekali tujuannya yaitu untuk mengetahui kriteria calon pasangan.

Dalam pacaran, mengenal dan mengetahui hal-hal tertentu calon pasangan dilakukan dengan cara yang sama sekali tidak memenuhi kriteria sebuah pengenalan.
Ibarat seorang yang ingin membeli mobil second tapi tidak melakukan pemeriksaan, dia cuma memegang atau mengelus mobil itu tanpa pernah tahu kondisi mesinnya.
Bahkan dia tidak menyalakan mesin atau membuka kap mesinnya. Bagaimana mungkin dia bisa tahu kelemahan dan kelebihan mobil itu.

Sedangkan taaruf adalah seperti seorang montir mobil ahli yang memeriksa mesin, sistem kemudi, sistem rem, sistem lampu dan elektrik, roda dan sebagainya. Bila
ternyata cocok, maka barulah dia melakukan tawar menawar.

Ketika melakukan ta’aruf, seseorang baik pihak laki atau wanita berhak untuk bertanya yang mendetail, seperti tentang penyakit, kebiasaan buruk dan baik,
sifat dan lainnya. Kedua belah pihak harus jujur dalam menyampaikannya. Karena bila tidak jujur, bisa berakibat fatal nantinya.

Namun secara teknis, untuk melakukan pengecekan, calon pembeli tidak pernah boleh untuk membawa pergi mobil itu sendiri. Silahkan periksa dengan baik dan kalau tertarik, mari bicara harga.

Dalam upaya ta’aruf dengan calon pasangan, pihak laki dan wanita dipersilahkan menanyakan apa saja yang kira-kira terkait dengan kepentingan masing-masing
nanti selama mengarungi kehidupan. Tapi tentu saja semua itu harus dilakukan dengan adab dan etikanya. Tidak boleh dilakukan cuma beruda saja. Harus ada yang
mendampingi dan yang utama adalah wali atau keluarganya. Jadi ta`aruf bukanlah bermesraan berdua, tapi lebih kepada pembicaraan yang bersifat realistis
untuk mempersiapkan sebuah perjalanan panjang berdua.

Disinilah letak perbedaan antara pacaran dengan taaruf. Pacaran adalah jalan-jalan asyik berdua, jajan, nonton, bermesraan dan bercumbu. Sama sekali
tidak ada porsi tentang persiapan real untuk hidup. Bahkan pacaran cenderung bohong dan menipu, karena umumnya masing-masing pihak ingin tampil ‘wah’ di
depan pasangannya. Bedak, gincu, parfum, pakaian bagus, mobil dan segala asesoris lainnya adalah sesuatu yang harus ditonjolkan. Semua sangat jauh dari
kehidupan real nanti dalam keluarga.

Padahal setelah menikah, justru semua itu akan ditinggalkan dan masing-masing baru akan tampil dengan wajah dan kelakuan aslinya. Padahal dahulu hal-hal
seperti itu tidak pernah dibahas dalam masa pacaran, karena semua waktunya tersita untuk jatuh cinta.

Taaruf adalah media syar`i yang dapat digunakan untuk melakukan pengenalan terhadap calon pasangan. Sisi yang dijadikan pengenalan tidak hanya terkait dengan data global, melainkan juga termasuk hal-hal kecil yang menurut masing-masing pihak cukup penting.

Misalnya masalah kecantikan calon istri, dibolehkan untuk melihat langsung wajahnya dengan cara yang seksama, bukan cuma sekedar curi-curi pandang atau
ngintip fotonya. Justru Islam telah memerintahkan seorang calon suami untuk mendatangi calon istrinya secara langsung face to face, bukan melalui media
foto, lukisan atau video.

Karena pada hakikatnya wajah seorang wanita itu bukan aurat, jadi tidak ada salahnya untuk dilihat. Dan khusus dalam kasus ta`aruf, yang namanya melihat wajah itu bukan cuma melirik-melirik sekilas, tapi kalau perlu dipelototi dengan seksama. Periksalah apakah ada jerawat numpang tumbuh disana. Begitu juga dia boleh meminta diperlihatkan kedua tapak tangan calon istrinya. Juga bukan melihat sekilas, tapi melihat dengan seksama. Karena tapak tangan wanita pun bukan termasuk aurat.

Lalu bagaimana dengan keharusan ghadhdhul bashar ? Bab ghadhdhul bashar tempatnya bukan saat ta`aruf, karena pada saat ta`aruf, secara khusus Rasulullah SAW memang memerintahkan untuk melihat dengan seksama dan teliti. Kalau sekali melihat ternyata belum yakin, boleh melihat lagi dan lagi hingga betul-betul kuat motivasi untuk menikahinya.

Selain urusan melihat pisik, taaruf juga harus menghasilkan data yang berkaitan dengan sikap, perilaku, pengalaman, cara kehidupan dan lain-lainnya. Hanya semua itu harus dilakukan dengan cara yang benar dan dalam koridor syari`ah Islam. Minimal harus ditemani orang lain baik dari keluarga calon istri atau dari calon suami. Sehingga tidak dibenarkan untuk pergi jalan-jalan berdua, nonton, boncengan, kencan, ngedate dan seterusnya dengan menggunakan alasan ta`aruf. Janganlah ta`aruf menjadi pacaran. Sehingga tidak terjadi khalwat dan ikhtilath antara pasangan yang belum jadi suami istri ini.

Khusus berkaitan dengan foto wjah seseorang, sebenarnya bukan media yang 100 % bisa dipercaya, apalagi bila foto itu cuma ukuran 2×3 hitam putih. Sama sekali tidak memberi gambaran apa-apa. Begitu juga dengan CV yang ditulis di atas kertas selembar yang isinya cuma nama, alamat, hobi dan warna kesukaan. Jelas bukan informasi untuk ta`aruf pada sebuah pernikahan. Kalau cuma pas poto dan selembar kertas bio data, fungsinya buat bikin KTP atau untuk jadi sahabat pena di majalah anak-anak. Dus, itu bukan sarana yang tepat untuk sebuah ta`aruf.

———
tambahan saya: "pertukaran CV atau biodata+foto yang lengkap dan jujur dilakukan hanya pada proses awal ta’aruf sebelum masing-masing calon bertemu. Untuk
menjaga perasaan masing2. Tentunya diiringi pula salat istikhoroh berdoa mohon petunjuk 4JJI." Begitu kata ustadz & kata yang sudah pernah.
———

Hadaanallahu Wa Iyyakum Ajma`in, Wallahu A`lam Bish-shawab,
Wassalamu `Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh.

Orang yang Dilindungi Allah

Posted on May 26th, 2006 in Books by aneuk-ligan

Orang yang Dilindungi Allah

Berkata Abu Hurairah r.a : bahwa Nabi saw telah bersabda: "

Ada

tujuh kelompok yang akan mendapat perlindungan Allah pada hari yang tiada perlindungan kecuali perlindungan-Nya. Mereka adalah pemimpin yang adil, anak muda yang senantiasa beribadah kepada Allah Azza wa Jalla, seseorang yang hatinya senantiasa dipertautkan dengan mesjid, dua orang yang saling mencintai karena Allah, yakni keduanya berkumpul dan berpisah karena Allah, seorang laki-laki yang ketika dirayu oleh seorang wanita bangsawan lagi rupawan lalu ia menjawab: "Sungguh aku takut kepada Allah", seseorang yang mengeluarkan shadaqah lantas di-sembunyikannya sampai-sampai tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diperbuat tangan kanannya, dan seseorang yang berzikir kepada Allah di tempat yang sunyi kemudian ia mencucurkan air mata". (H.R.Bukhary - Muslim).

Hadits ini menjelaskan bahwa pada hari kiamat ada tujuh tipe atau golongan manusia yang akan mendapatkan perlindungan Allah swt., yaitu:

1. Pemimpin yang adil
Menjadi pemimpin yang adil itu tidaklah mudah, butuh pengorbanan pikiran, perasaan, harta, bahkan jiwa. Dalam ajaran Islam, kepemimpinan bukanlah fasilitas namun amanah. Kalau kita menganggap kepemimpinan atau jabatan itu sebagai fasilitas, kemungkinan besar kita akan memanfaatkan kepemimpinan itu sebagai sarana memperkaya diri tanpa menghiraukan aspek halal atau aharam. Sebaliknya, kalau kita menganggap kepemimpinan atau jabatan itu sebagai amanah, kita akan melaksanakan kepemimpinan itu dengan penuh kejujuran dan tanggung jawab. Nah, untuk melaksanakan kepemimpinan dengan cara yang amanah itu tidaklah mudah,.
Karena itu logis kalau kita menjadi pemimpin yang adil, Allah akan memberi perlindungan di akhirat kelak.

2.Anak muda yang saleh
Masa muda adalah masa keemasan karena kondisi fisik masih prima. Namun diakui bahwa ujian pada masa muda itu sangat beragam dan dahsyat. Oleh sebab itu, apabila ada anak muda yang mampu melewati masa keemasannya dengan taqarrub (mendekatkan) diri kepada-Nya, menjauhkan diri dari berbagai kemaksiatan, serta mampu mengendalikan nafsu syahwatnya, Allah akan memberikan perlindungan-Nya pada hari kiamat. Ini merupakan imbalan dan penghargaan yang Allah berikan kepada anak-anak muda yang saleh.

3.Orang yang hatinya terikat pada mesjid
Kalimat "seseorang yang hatinya senantiasa dipertautkan dengan mesjid" seperti yang disebutkan hadits di atas, paling tidak menunjukkan dua pengertian. Pengertian pertama, orang-orang yang kapan dan di manapun berada selalu ingin memakmurkan tempat ibadah. Pengertian kedua, orang-orang yang tidak pernah melalaikan ibadah di tengah kesibukan apapun yang dijalaninya.

4.Bersahabat karena Allah
Poin ini terambil dari kalimat "dua orang yang saling mencintai karena Allah, yakni keduanya berkumpul dan berpisah karena Allah". Bersahabat karena Allah swt. maksudnya kita mencintai seseorang atau membencinya bukan karena faktor harta, kedudukan, atau hal-hal lain yang bersifat material, namun murni semata-mata karena Allah swt. Kalau sahabat kita berbuat baik, kita mendukungnya, dan kalau berbuat salah kita mengingatkannya, bahkan kita berani meninggalkannya kalau sekiranya sahabat tersebut akan menjerumuskan kita pada gelimang dosa dan maksiat. Inilah yang dimaksud dengan persahabatan karena Allah.

5.Mampu menghadapi godaan lawan jenis
"Seorang laki-laki yang ketika dirayu oleh seorang wanita bangsawan lagi rupawan lalu ia menjawab: "Sungguh aku takut kepada Allah." Kalimat ini menggambarkan bahwa kalau kita mampu menghadapi godaan syahwat dari lawan jenis, maka kita akan mendapatkan perlindungan Allah di hari kiamat. Di sini digambarkan seorang laki-laki yang digoda wanita bangsawan nan rupawan tapi dia menolak ajakannya bukan karena tidak selera kepada wanita itu, namun karena takut kepada Allah. Jadi, rasa takut kepada Allahlah yang menjadi benteng laki-laki tersebut, sehingga tidak terjerembab pada perbuatan maksiat. Karena itu Allah memberikan penghargaan pada hari kiamat dengan memberikan pertolongan-Nya. Di sini diumpamakan laki-laki yang digoda wanita, namun sangat mungkin wanita pun digoda laki-laki.

6.Ihklas dalam beramal
"Seseorang yang mengeluarkan sedekah lantas disembunyikannya sampai-sampai tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diperbuat tangan kanannya." Ini gambaran keihlasan dalam beramal. Saking ihklasnya dalam beramal sampai-sampai tangan kiri pun tidak tahu apa yang diinfakkan atau disumbangkan oleh tangan kanannya. Pertanyaannya, bolehkah kita bersedekah sambil diketahui orang lain, bahkan nama kita dipampang di koran?

Boleh saja, asalkan benar-benar kita niatkan karena Allah swt., bukan karena cari popularitas. Perhatikan ayat berikut, " Jika kamu menampakkan sedekahmu, maka itu baik sekali. Dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikannya itu lebih baik bagimu. Dan Allah akan menghapuskan dari kamu sebagian kesalahan-kesalahanmu; dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan." (Q.S. Al-Baqarah 2: 271)

7.Zikir kepada Allah dengan khusyu
"Seseorang berzikir kepada Allah di tempat yang sunyi, kemudian ia mencucurkan air mata."

Zikir artinya mengingat Allah. Kalau seseorang berdo’a dengan khusyu hingga tak terasa air mata menetes karena sangat nikmat berzikir dan munajat kepada-Nya, maka Allah akan memberikan pertolongan kepadanya pada hari kiamat kelak.

Mudah-mudahan Allah memberi kekuatan agar kita bisa menjadi orang-orang yang mendapat pertolongan dan perlindungan-Nya. Caranya? Kerjakanlah tujuh poin di atas!
Wallahu A’lam.

Kunci Meraih Pertolongan Allah

Posted on May 26th, 2006 in Uncategorized by aneuk-ligan

Kunci Meraih Pertolongan Allah

"Saat kau bermunajat, kecilkanlah dirimu sekecil-kecilnya di hadapan Allah, dan besarkanlah Allah sebesar-besarnya semampu kau membesarkan-Nya. Niscaya rahmat dan pertolongan Allah akan mengalir kepadamu".

Abdullah bin Abbas pernah bercerita. "Suatu hari aku berjalan di belakang Rasulullah SAW. Saat itu beliau bersabda, ‘’Nak, kuajarkan kepadamu beberapa kata: Jagalah Allah, niscaya Dia akan menjagamu. Jagalah Allah, niascaya Dia akan senantiasa bersamamu. Bila kau minta, maka mintalah kepada Allah. Bila kau meminta pertolongan, mintalah pertolongan kepada Allah. Ketahuilah, jika semua manusia bersatu untuk memberikan sebuah kebaikan kepadamu, niscaya mereka tidak dapat melakukannya kecuali dengan sesuatu yang telah ditulis untukmu. Jika semua manusia bersatu untuk mencelakakanmu, niscaya mereka tidak dapat mencelakakanmu kecuali dengan sesuatu yang telah ditetapkan atasmu. Pena telah diangkat dan tinta telah kering".

Hadis yang diriwayatkan Imam Tirmidzi ini diungkapkan pula dalam redaksi berbeda. "Jagalah Allah, niscaya engkau akan mendapati-Nya di hadapanmu. Kenalilah Allah diwaktu lapang, niscaya Dia akan mengenalmu di waktu susah. Ketahuilah bahwa apa yang luput darimu tidak akan menimpamu, dan apa yang menimpamu tidak akan luput darimu. Ketahuilah bahwa kemenangan seiring dengan kesabaran, jalan keluar seiring dengan cobaan dan kemudahan seiring dengan kesulitan".

Saudaraku, redaksi hadis ini singkat, padat namun cakupan maknanya teramat dalam dan luas. Dalam hadis Rasulullah Saw. memberikan kunci-kunci bagaimana mendapatkan pertolongan Allah. Satu pesan utama hadis ini adalah "penghambaan" kepada Allah. Laa haula walaa quwwata illa billahil. Tiada daya maupun upaya selain atas kekuatan Allah. Saat kita menyadari kekerdilan diri di hadapan Allah, maka pertolongan Allah akan mendatangi kita. Bukankah kita makhluk lemah, sedangkan Allah Maha Menggenggam segalanya?

Aa pernah bertanya kepada seorang guru, "Bagaimana caranya agar doa kita cepat dikabul oleh Allah?". Beliau menjawab, "Saat kau berdoa, saat kau munajat, atau saat kau sujud, kecilkanlah dirimu sekecil-kecilnya di hadapan Allah, dan besarkanlah Allah sebesar-besarnya semampu kau membesarkannya. Niscaya rahmat dan pertolongan Allah akan mengalir kepadamu."

Jadi, kunci terpenting agar kita ditolong Allah adalah dengan sungguh-sungguh menghamba kepada-Nya. Saat kita ingin dimuliakan Allah, maka akuilah kehinaan kita di hadapan Allah. Saat kita ingin dilebihkan, maka akui kekurangan kita di hadapan Allah. Saat kita ingin dikuatkan Allah, maka akui kelemahan kita di selemah-lemahnya di hadapan Allah.

Imam Ibnu Atha’ilah berkata, "Buktikan dengan sungguh-sungguh sifat-sifat kekuranganmu, niscaya Allah akan membantumu dengan sifat-sifat kesempurnaan-Nya. Akuilah kehinaanmu, niscaya Allah menolongmu dengan kemuliaan-Nya. Akuilah kekuranganmu, niscaya Allah menolongmu dengan kekuasaan-Nya. Akuilah kelemahanmu, niscaya Allah akan menolongmu dengan kekuatan-Nya."

Saudaraku, sekali lagi, kekuatan terbesar yang kita miliki bukanlah kekuatan fisik, intelektual, kekuasaan ataupun harta kekayaan. Kekuatan terbesar kita adalah "pertolongan Allah". Pertolongan Allah ini sangat dipengaruhi kualitas keyakinan kita kepada-Nya. Kualitas keyakinan biasanya akan melahirkan kekuatan ruhiyah. Kekuatan ruhiyah akan melahirkan akhlakul karimah, seperti kualitas sabar, syukur, ikhlas, tawadhu, iffah, zuhud, qanaah, dsb. Karena itu, kemuliaan akhlak tergantung dari sejauh mana kita mengenal Allah. Wallaahu a’lam

Allah Mengajarkan Cinta

Posted on May 26th, 2006 in Books by aneuk-ligan

Allah Mengajarkan Cinta

Pernahkah hatimu merasakan kekuatan mencintai
Kamu tersenyum meski hatimu terluka karena yakin ia milikmu,
Kamu menangis kala bahagia bersama karena yakin ia cintamu
Cinta melukis bahagia, sedih, sakit hati, cemburu, berduka
Dan hatimu tetap diwarnai mencintai, itulah dalamnya cinta

Pernahkah cinta memerahkan hati membutakan mata
Kepekatannya menutup mata hatimu memabukkanmu sesaat di nirwana
Dan kau tak bisa beralih dipeluk merdunya nyanyian bahagia semu
Padahal sesungguhnya hanya kehampaan yang mengisi sisi gelap hatimu
Itulah cinta karena manusia yang dibutakan nafsunya

Cinta adalah pesan agung Allah pada umat manusia
DitulisNya ketika mencipta makhluk-makhlukNYA di atas Arsy
Cinta dengan ketulusan hati mengalahkan amarah
Menuju kepatuhan pengabdian kepada Allah dan Rasulnya
Dan saat pena cinta Allah mewarnai melukis hatimu,
satu jam bersama serasa satu menit saja

Ketika engkau memiliki cinta yang diajarkan Allah
Kekasih menjadi lentera hati menerangi jalan menuju Illahi
Membawa ketundukan tulus pengabdian kepada Allah dan RasulNya
Namun saat cinta di hatimu dikendalikan dorongan nafsu manusia
Alirannya memekatkan darahmu membutakan mata hati dari kebenaran

Saat kamu merasakan agungnya cinta yang diajarkan Allah
Kekasih menjadi pembuktian pengabdian cinta tulusmu
Memelukmu dalam ibadah menuju samudra kekal kehidupan tanpa batas
Menjadi media amaliyah dan ketundukan tulus pengabdian kepada Allah
Itulah cinta yang melukis hati mewarnai kebahagiaan hakiki

Agungnya kepatuhan cinta Allah bisa ditemukan dikehidupan alam semesta
Seperti thawafnya gugusan bintang, bulan, bumi dan matahari pada sumbunya
Tak sedetikpun bergeser dari porosnya, keharmonisan berujung pada keabadian
Keharmonisan pada keabadian melalui kekasih yang mencintai
Karena Allah adalah kekasih Zat yang abadi

Cintailah kekasihmu setulusnya maka Allah akan mencintaimu
Karena Allah mengajarkan cinta tulus dan agung
Cinta yang mengalahkan Amarah menebarkan keharmonisan
Seperti ikhlas dan tulusnya cinta Rasul mengabdi pada Illahi
Itulah cinta tertinggi menuju kebahagiaan hakiki

ADA APA DENGAN WANITA???????

Posted on April 18th, 2006 in Uncategorized by aneuk-ligan

By. 4N3UK L194N

Wanita adalah suatu keajaiban……

Dimusim hujan menjadi payung dari tetesan air

Dimusim panas menjadi ruang yang menyejukkan

Dimusim kemarau ia menjadi sumber mata air yang sejuk

Wanita merupakan tambuk keindahan…………….

Dengan jari dan tangan-tangan wanitalah dunia akan menjadi lebih indah

Banyak puisi, sastra dan seni yang lahir karena hasil olahan wanita

Banyak pula laki-laki yang bunuh diri hanya karena wanita ( waw…….spektakuler )

Wanita dambaan dunia………

Tak heran jika kita pula pernah melihat presiden berjenis kelamin wanita

Dan tak heran pula jika suatu saat hancurnya dunia karena wanita

( yah…….jangan sampai begitu ya? )

Wanita memiliki cinta yang suci dan hakiki……………….

Mengapa banyak wanita yang hidupnya merana sendiri tanpa pendamping?

Namun tak heran pula jika ada wanita yang memiliki lebih dari empat yang menjadi pendamping dalam hidupnya?

Hal-hal demikian sering sekali kita jumpai dalam realita kehidupan hari ini, namun apakah kita pernah mencoba mengkaji apa yang terjadi dan mengapa terjadi hal demikian pada wanita?

Wanita punya hati dan perasaan yang lembut………….

Mengapa isak dan tangisan pun kerap sekali lekat dalam kehidupan wanita?

Apakah kini paradigma masyarakat masih selalu mencekal bahwa kehidupan wanita adalah hina?

Siapakah Wanita itu?………………

Banyak pertanyaan dan dirasakan kita sangat butuh beribu alasan-alasan dalam menjawab pertanyaan mengenai wanita itu sendiri baik dalam kehidupannya di rumah maupun kehidupannya diluar rumah. Perlu kita acungkan jempol betapa banyak ternyata wanita didunia ini yang telah melahirkan pelopor dan pembawa kebahagiaan dan kesejahteraan ummat. Jangan sampai kita mencoba pungkiri bahwa wanita sosok yang paling berjasa dalam kehidupan diri seseorang siapapun dia. Mulai dari mengandung, melahirkan dan juga menyusui sampai dua tahun, namun tak sampai disitu pula yang harus dilakukan wanita upaya melanjutkan kehidupan seseorang, wanita juga lah yang membesarkan dan mendidik, bahkan sampai-sampai adapula yang mencari nafkah demi kelangsungan hidupnya dan si buah hati penerus kehidupan kelak.

Copy right: mymy_2002us@yahoo.com / ari_asyik84@yahoo.co.id